Selasa, Mei 17, 2022
BerandaBUDAYAHari Guru di Kabupaten Dairi, sebuah dilema
spot_img

Hari Guru di Kabupaten Dairi, sebuah dilema

Dairi, GlobalNEWS21.net | Pagi tadi sewaktu mengajar di kelas, ada 2 orang siswa meminta permisi kepada saya untuk tidak hadir besok tgl 25 november 2021 ke sekolah. Alasannya, mereka melakukan pemilihan Kepala Desa di desanya. Padahal besok adalah Hari GURU, hari yang sangat penting bagi Guru Guru di Indonesia yang setiap tahunnya dirayakan.

Baca juga :

Kasubdit l Kemneg Ditreskrimum Poldasu,Tegah Menyelidiki Pemilik Dan Pimpinan Perusahaan PT Armoxindo Farma Yang Diduga Gelapkan Gaji Karyawannya.

Dua orang siswa ini masih dari kelas saya, belum lagi dari kelas yang lain dan sekolah yang lain. Guru juga terlibat langsung, bukan hanya sebagai pemberi suara saja tapi ada beberapa guru terlibat dalam P2KD (Panitia Pemilihan Kepala Desa) yang diselenggarakan serentak se-kabupaten Dairi.

Titik poin saya bukan pada siswa yang tidak menghargai Hari GURU (karena kondisi siswa tentunya dilema), atau guru yang terlibat panitia sehingga tidak bisa menghadiri hari guru, tapi lebih kepada Pemerintah Kab.Dairi yang tidak menghargai Hari Guru sehingga menetapkan perhelatan Pilkades bersamaan dengan Hari Guru.

Perhelatan Pilkades di 106 desa dari 161 desa di Dairi ini tentunya harus mengakomodir kepentingan semua (karena memang dimungkinkan), termasuk kepentingan Guru.

Perhelatan Pilkades yang bersamaan dengan hari guru tentunya telah menciderai hati guru. Guru tidak lagi dihargai, ini dibuktikan dengan dikangkangi nya hari “Agungnya”. Sejatinya keinginan guru itu sangat sederhana, mereka tidak meminta macam macam, guru hanya butuh penghargaan!!

Beda sekali dengan teman teman yang berpofesi buruh, mereka lebih dihargai, bahkan hari buruh yang jatuh tanggal 1 Mei setiap tahunnya dijadikan menjadi hari libur Nasional. Posisi Guru semakin tergerus oleh peradaban zaman, Guru semakin terpinggirkan, suara suara nya bukan lagi dianggap sebagai suara kenabian, guru tidak lagi punya nilai tawar.

Kita mengetahui profesi Guru sangat berperan dalam kemajuan peradaban. Profesi ini melahirkan hampir semua profesi. Guru hadir sebagai perubah peradaban. Gerakan afektif, kognitif dan psikomotorik yang diajarkan oleh guru berulang ulang kepada siswa, itulah kelak yang menghadirkan proses perubahan untuk peradaban yang lebih baik.

Organisasi profesi guru yang diharapkan bisa menyuarakan keresahan ini, ternyata tidak peka akan kondisi ini. Mereka tidak berbuat apa apa, mereka me”amin”kan kondisi ini seolah olah semua baik baik saja.

Selamat Hari Agungmu Guru, tetaplah menginspirasi.

Oleh : Januar Pasaribu, S. Pd
Penulis adalah :

Guru di SMK N. 1 Sidikalang dan Sekretaris DPC GAMKI kabupaten Dairi.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

spot_img

Advertisment

spot_img

Advertisment

spot_img

Advertisment

spot_img

Most Popular

spot_img